Go 180, not 360

Fakta :

Aku bukan tipe orang yang suka ngikutin infotainment atau berita seputar artis. Jadi bisa dipastikan aku tidak pernah ngikutin Indonesian Idol.

Barusan, suami sharing cerita tentang salah satu ex-juara Indonesian Idol : Aris.

Suami : Kamu ingat dulu aku cerita soal peserta Indonesian Idol yang bikin Titi DJ nangis?

Me : yeah. why? *setengah fokus disambi baca training*

Suami : Dia menang Indonesian Idol.

Me : Uh huh… *masih setengah fokus*

Suami : Dia sekarang kembali jadi pengamen

Me : EH? o.O

So, my kind hubby kemudian berbaik hati ngasih link ke berita yang berkaitan supaya istrinya yang selalu ketinggalan berita infotainment ini bisa baca ceritanya secara keseluruhan.

In a nutshell, Aris tadinya adalah seorang yang berjuang dalam kerasnya hidup. Hidup mulai berubah saat dia mencoba keberuntungan di Indonesian Idol dan berhasil. Sikap rendah hati dan mau belajar membuat dia semakin melejit ke puncak kesuksesan. Banyak orang yang terharu dan terinspirasi dengan cerita perjuangannya untuk merubah hidup. Dengan semua yang dia lalui, titel Indonesian Idol patut dia dapatkan.

Tapi

Kesuksesan dan uang mungkin merubah sudut pandang Aris. Ia dikabarkan berselingkuh dengan seorang mahasiswi dan menjalani sidang perceraian yang diajukan oleh istrinya. Kejadian ini dan sikapnya yang berubah membuat pihak manajemen Indonesian Idol kecewa dan memutuskan kontrak.

Akhirnya?

Kehidupan Aris yang berubah 180 derajat, berubah lagi 180 derajat alias kembali ke titik nol. Kembali ke kemiskinan, kembali ke kerasnya hidup jalanan, kembali menjadi pengamen.

Begitu membaca cerita ini, aku merasa diingatkan.

Di bisnis yang aku jalani, semua orang memulai dari titik nol atau bahkan minus. Semua leaders yang sekarang memiliki income belasan sampai puluhan juta sebulan pernah merasakan bonus seorang konsultan 3% : 30 – 50 ribu rupiah.
Seorang konsultan yang rendah hati, mau belajar, nurut upline dan melakukan duplikasi tanpa menyerah pasti bisa menjadi seorang manager.
Seorang manager yang tetap belajar dan mau mengajari downlinenya pasti bisa menjadi seorang Director.
Seorang Director yang tetap bekerja keras, belajar dan rendah hati seperti saat dia seorang konsultan, pasti bisa menjadi seorang Diamond, dan seterusnya.

Tapi apabila seorang Diamond menjadi seorang yang sombong, tidak mau belajar, tidak mau bekerja dan sombong / malas dalam menanggapin downline, bukan hal yang mustahil bila dia ditinggal oleh jaringannya dan kembali ke konsultan 0%

Moral of the story?

Selalu ingat “bagian awal” dari cerita hidupmu.
Kenapa dan bagaimana kita mulai merubah hidup dan mengejar impian kita.Jangan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah kita raih – tetap berusaha dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, untuk meraih hidup yang lebih baik untuk diri kita sendiri dan orang orang yang kita kasihi.

Get your success, but stay humble.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s